Elizabeth D. Inandiak - Centhini. PDF

  • Book info

    Author
    Title
    eBook formatPaperback, (torrent)En
    PublisherBabad Alas (Yayasan Lokaloka)
    File size2 Mb
    GanreFiction
    ISBN
    Pages count444
    Book rating4.63 (130 votes)
     rate rate rate rate rate
  • From author

PDF saya menganggap buku ini sebagai perpaduan dua kutub yang berbeda. itu yang menarik bagi saya.

ada banyak kisah berlapis di sini. kisah dalam kisah. dongeng dalam dongeng. membawa imajinasi terus berkelana. ditarik dari satu ujung sampai batas ujung lainnya. saya menemukan buruk yang juga indah. tempat tergelap hingga benderang. yang vulgar dan tersamar. semua nafsu-nafsu, dari syahwat hingga kekuasaan. hal paling bejat hingga agung. tokoh yang diceritakan pun dari ragam latar belakang. dari rakyat biasa hingga bangsawan. berdarah cina atau bukan. beragama sama atau berbeda. yang berkitab maupun tidak. semua yang tak waras dan sebaliknya. juga yang kasatmata dan kebalikannya. seperti roller coaster yang memberi efek ekstasi atau malah mual.

dari judulnya saja, centhini, sudah menarik. kenapa? karena awal terbentuknya serat ini, dimulai dari garis keturunan pangeran di kerajaan giri. kerajaan yang ditaklukkan oleh sultan agung. serat ini disusun oleh tiga orang pujangga: sastranagara, ranggasutrasna, dan sastradipura, atas perintah pangeran anom amangkunagara III. siapa pangeran ini? dia masih keturunan dari jayengresmi yang kemudian berganti nama menjadi amongraga, dan sang istri yang bernama tambangraras. nah, lalu centhini? dia adalah abdi setia tambangraras itu. nama seorang pembantu. satu 'mega karya' yang dilabeli dengan nama seorang pembantu. dua kutub berbeda, bukan? tapi ada baiknya dipandang sebagai suatu keakraban, kedekatan menyentuh antara pembaca dengan buku ini, menggunakan nama tokoh 'wong cilik' untuk suluk adiluhung, meski di tembang menjelang akhir nanti terungkap sedikit alasan lain kenapa namanya dipakai.

kisah mulai bergulir saat ketiga dari empat anak raja giri yang tersisa (satu gugur) terpisah, karena harus melarikan diri. jayengresmi sendiri. sementara jayengsari dan rancangkapti melakukan pelarian bersama. dari sanalah kisah dan dongeng mulai merembet mengikuti tokoh-tokoh yang muncul terkait mereka bertiga akhirnya. tuturan kisah yang masuk akal dan jauh dari akal. perjalanan panjang para tokoh yang mengajak kita mengenal kebatilan hingga kebatinan.

dan saya sebagai pembaca ikut senyum, tertawa, menyeringai lebar, terkekeh, mengernyit, atau cengar-cengir tak jelas. kadang merasa hilang kata, tapi juga menemukan banyak hal yang disukai. mengajukan tanya. sampai melakukan 'perjalanan sendiri' di benak (itu asiknya perbedaan kutub tadi bagi saya). hal yang bertolak belakang itu adalah gabungan seluruh kebijaksanaan dan ilmu kasampurnan. harus kita kenali kebatilan di ambang jalan kebatinan. tetapi berapa, yang setelah mengenali kebatilan, lalu tak pernah menemukan kebatinan? ya, tiap jalan, lurus atau bengkok, ada kubangannya.

cabulkah buku ini? kata-kata seputar selangkangan memang ditulis sangat gamblang. misal organ vital laki-laki yang ditulis jelas k**t*l. dan bukan itu saja, banyak lagi yang lain. tapi perlu diingat, bahwa tulisan aslinya menggunakan bahasa kawi jawa dan saya jelas tidak tahu pakai kata apa. jadi, jika tidak diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia, mungkin tidak akan terlalu jelas vulgarnya dimana (karena tidak semua orang akan mengerti artinya).

ditambah lagi, semua yang tertuang di centhini ini adalah tembang. jika dee membuat buku dengan ide memberi 'bonus' lagu untuk mengiringi tiap cerpen yang dibuatnya, maka tiap tulisan kisah di buku centhini sekaligus ditembangkan. jadi satu kesatuan. bukan untaian kata yang terpisah dari lagu atau tembang itu sendiri, tapi satu kesatuan sebagai liriknya. di dalam syair-syair cabul, kekotoran kata dihalau terbang oleh keanggunan tembangnya...kalau tembang dihilangkan, para pembaca akan tercebur ke dalam lubang comberan kata-kata dan amblas ke dalam lumpur untuk selamanya.

saya pribadi, penasaran sekali dengan tembang ini. seperti apa rasanya mendengar tuturan kata yang tertuang di buku ini ditembangkan? ingin sekali mendengar tembang-tembangnya. apa seperti menonton opera yang jika kalimat-kalimatnya dalam bahasa asing dan kita tidak mengerti sekalipun, kita tetap dapat ikut merasakan emosi yang dibawa pelantun nadanya? naik, turun, riang, gembira, sedih, getir, pedih, kemegahan, atau tragis di akhir kisah?

buku ini telah mengajak saya turut serta berpetualang. dan satu macapat di bawah ini merangkum 'petualangan' saya saat membaca centhini.

jika ilmu dari buku kamu pelajari
di lidahmu nikmat berhenti
jika ilmu rasa kamu cicipi
keindahan meresapi diri sejati




terimakasih ya buat kamu yang sudah menghadiahi saya buku ini. saya cukup menyukai buku ini dan memberinya 4 bintang.cover dan bahan kertasnya juga bagus. hehe.


Tags: download, elizabeth d. inandiak, ebook, pdf, centhini

download Elizabeth D. Inandiak Centhini PDF

Download from mirrors